Hari ke-3 Operasi Zebra Lodaya 2025 di Sumedang: Pelanggaran Turun, Kesadaran Naik

0 Comments

Sumedang — Pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025 di Kabupaten Sumedang memasuki hari ketiga dengan hasil cukup menggembirakan. Pihak kepolisian mencatat adanya peningkatan kepatuhan pengendara, terutama pada pengguna roda dua yang sebelumnya paling sering melanggar pada hari pertama dan kedua. Operasi ini dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumedang bersama personel gabungan Dishub dan difokuskan di sejumlah titik rawan pelanggaran seperti Alun-Alun Sumedang, Bundaran Binokasih, Jalan Prabu Geusan Ulun, dan jalur menuju Tanjungsari.

Selain itu, operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan berkendara, serta menurunkan angka kecelakaan dan mempersiapkan kondisi lalu lintas menjelang libur akhir tahun. Petugas melakukan pemeriksaan dengan dua metode, yaitu sistem stasioner (diam di titik tertentu) serta mobile (patroli menyisir jalur rawan pelanggaran).

Dalam pelaksanaannya Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengatakan bahwa selama Operasi Zebra tahun ini, Polres Sumedang mengutamakan penindakan berbasis elektronik. “Operasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan berlalu lintas sehingga angka pelanggaran dapat ditekan dan menurunkan potensi kecelakaan. Kami menggunakan 95 persen tilang ETLE dan lima persen tilang manual,” katanya. (ANTARA Jabar). Penindakan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) ini mendeteksi pelanggaran melalui kamera pengawas dan secara otomatis mengirimkan data ke pusat ETLE Polres/Polda. 

Penerapan ETLE membuat proses penindakan lebih objektif, efisien, dan minim kontak langsung antara petugas dan pengendara, sehingga turut mendorong peningkatan kepatuhan berlalu lintas.
Sandityo juga menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara luas melalui pelibatan jumlah personel yang besar.

“Personel yang diterjunkan dalam Operasi Zebra Lodaya 2025 berjumlah sekitar 2.088 personel yang melibatkan seluruh polsek, polres jajaran, serta instansi terkait,” ujarnya. (ANTARA Jabar)
Berdasarkan pemantauan petugas, pelanggaran yang terdeteksi melalui pemeriksaan langsung dan ETLE menunjukkan tren menurun dibanding hari pertama. Beberapa pelanggaran yang masih sering ditemukan antara lain tidak memakai helm, tidak membawa SIM/STNK, penggunaan knalpot bising, menggunakan ponsel saat berkendara, dan pelanggaran marka atau rambu lalu lintas.
Selain fokus pada kendaraan pribadi, Satlantas Polres Sumedang juga melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan berat. Pemeriksaan dilakukan secara acak untuk memastikan kendaraan angkutan tetap aman beroperasi. “Terkait ramp check, hal itu akan dilakukan secara acak oleh Satlantas, berkeliling untuk memeriksa kendaraan berat yang melintas di wilayah Sumedang, terutama di Jalan Cadas Pangeran dan ruas jalan tol,” jelasnya. (ANTARA Jabar)

Tren peningkatan kepatuhan ini menunjukkan bahwa Operasi Zebra Lodaya 2025 mulai memberikan dampak positif. Meski begitu, sebagian masyarakat masih menyepelekan aturan dasar seperti penggunaan helm. Karena itu, edukasi keselamatan dan sosialisasi berkendara aman perlu terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika operasi berlangsung.

Operasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga ketertiban, terutama di pusat kota Sumedang yang arus lalu lintasnya semakin padat. Secara keseluruhan, hari ketiga Operasi Zebra Lodaya 2025 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Jika kesadaran masyarakat terus meningkat dan penegakan hukum dilakukan secara konsisten, angka kecelakaan di Sumedang berpotensi turun secara signifikan.

Operasi Zebra Lodaya 2025 sendiri berlangsung mulai 17 hingga 30 November 2025, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap keselamatan dan ketertiban lalu lintas di wilayah Sumedang.

Redaktur: Dina Noviana



unsapradio

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar: